cinta, lagi-lagi cinta … yah begitulah cinta, hidup ini selalu dipenuhi dengan kata cinta. Lalu cinta seperti yang anda punya ? Hari ini otakku tergelitik akan beberapa kalimat dan inilah pendapat saya
Cinta akan lebih abadi jikatidak dilandasi komitmen dan tujuan akhir sebuah hubungan
Why? kenapa saya berpendapat seperti itu?
Ada alasan kenapa saya lebih memilih hubungan tanpa adanya komitmen yang mengikat
- Akan lebih menyenangkan >> bahkan kita berdua tak akan bisa menyalahkan satu sama lain, karena landasan kita hanya kebutuhan
- Akan bertahan lama >> tak akan pernah kita memikirkan kemana akan dibawa kemana, dan akan berpikir bagamana sekarang bukan besok
- Tak akan ada sakit >> dari awal kita tahu bahwa hubungan ini tanpa komitmen jadi tak ada alasan bahwa perasaan kita benar-benar ikut andil, jadi kalau suatu saat hubungan ini putus … tak akan membuat kita hancur dalan sakit hati
Dewa cinta ku mengatakan bahwa “beginilah cinta deritanya tiada akhir” Kalau kita bisa meminimalkan derita dan sakit hati kenapa tidak memilih itu walaupun harus melalui percintaan tanpa komitmen, dan aku yakin kau tak akan pernah membenci dia biarpun kalian putus, namun dengan satu patokan, jangan pernah memakai perasaan.
Namun, seriuslah dalam melakukan segala hal, begitupun dengan hubungan tanpa komitmen, namun jangan terlalu serius, toh, kemana ujungnya kita tak ingin melihat dengan jelas, apalagi pasti akan ada dimana komitmen itu akan hadir kalau memang sudah datang waktu yang tepat.
Saat aku terjatuh akan hubungan dengan komitmen dan lebih sakitnya pelanggaran komitmen itu karena orang ke-3 … maka aku akan memilih hubungan tanpa komitmen, lagi dan berharap lagi. Karena sakit yang terasa beda, sakit hati biasa dan sakit hati yang menghancurkan.
Kalau dia bisa memberi perhatian tanpa bisa memberi komitmen juga status, bukan kah itu lebih baik, dari pada sebuah komitmen tanpa didasari kesetiaan?
Namun pendapat anda seperti apa … itu tergantung akan pengalaman yang kita alami dalam hidup, inilah pemikiranku dan mungkin yang akan lebih baik kujalani …

