Idul Adha tahun ini aku berada dikota Yogyakarta, still alone.
Membayangkan ini ingin rasane berpindah tempat namun ada kala sebuah pikiran hanyalah sebuah pikiran, namun apapun aku ingin membuat perasaanku bahagia, walau ada sayatan luka dihatiku memikirkan begitu banyak orang yang kucintai berada disisi yang sana.
Semua hal ada karena sebab hingga berakibat seperti ini.
Idul Adha, mungkin beberapa orang identik dengan idul korban, atau lebaran kambing, lebaran haji dll, banyak yang menyebut dengan yang lain. Apapun itu biasane aku berada satu atap dengan orang tua, my love family … bukan karena mereka orang diluar berasumsi, tentang nyate bareng, memasak daging kambing atau sapi, namun aku lebih memilih kebersamaan. *(mgkn krn aku ngga suka daging kambing yah)
Namun apapun Idul Adha bukan hanya sebatas itu buatku, krn masih kuingat setahun lalu, saat begitu banyak saudara2 berkumpul dirumah, saat mengantar dan menjemput sang ayah menunaikan haji. Indah rasanya keluarga besar berkumpul. Bersyukur karena ada beberapa hal yang kurasakan bisa merubah orang tuaku dalam melihatku.
Kalau aku mau mungkin bukan karena jarak dan waktu yang tidak bisa buatku berada disana, hanya aku butuh waktu untuk memberikan diriku berada disisi mereka lagi, butuh waktu aku untuk memulai semuanya, seperti saat aku berniat pergi meninggalkan rumah walau niatku sedikit tertoreh oleh orang lain.
Untuk seorang ibu yang telah memberikan semuanya, I’m sorry Mom, aku merindukanmu lebih dari segalanya, My father … Aku akan membuktikan aku bisa bangkit dan pada saatnya tiba, ingin bersujud dikakimu, memohon maaf telah merepotkan selama ini. Aku hanya belum siap saat ini, aku belum bisa seperti saat aku meninggalkan rumah itu.
Aku juga merindukan seorang anak kecil, yang memanggilku ‘Bu Dhe’ yang saat berusia 1 bulan sudah kujagai, kuanggap dia anakku walau bukan kulahirkan sendiri. Tunggu bu dhe pulang yah, nanti kuajak kau jalan-jalan lagi.
By the way, Selamat Idul Adha buat semua, siapapun yang merayakannya …

