Aku tak bisa katakan cinta padamu, hanya aku merasa menyayangimu. Aku sadar ada tembok menjulang tinggi menghalangi antara aku dan kau, namun kau sering memberikan bahumu untukku tempat bersandar, memberiku obat luka dihatiku.

Akhir-akhir ini kau memberiku banyak sekali warna, dari yang kelam tak terhapus kau berikan aku sebuah rasa semangat membentukku lagi, membuatku memikirkan aku ingin kembali ke jalanku lagi, menyemangatiku, memberiku banyak hal.

Hanya kenapa aku tiba-tiba merasa seolah kau menarik dirimu sendiri dari bahuku, marilah kita bangun bersama dari rasa pilu. Tidak hanya kau saja yang bisa memberikan sandaran, bersandarlah kalau kau butuh itu. Aku tak bisa katakan ‘aku mencintaimu’ bukan karena aku tidak mencintaimu, namun aku bukan orang yang bisa mengatakan itu.

Aku tau kau ingin aku berkata ‘aku membutuhkanmu’ namun … haruskah kukatakan itu? Kau sendiri tau aku membutuhkanmu, kupikir kau tau saat aku bersamamu, berada disebelahmu. Aku benar-benar nyaman saat kau menemaniku.

Kau mengenalku tidak hanya 1 tahun ini, lebih dr 5 tahun, bahkan hitamnya kau tau. Aku tak pernah memikirkan kau seperti apa juga, ini bukan pertama kita bersama, apa yang buatmu tiba-tiba diam. Dulu atau sekarang aku tau aku tak kan memilikimu seutuhnya, namun aku tak pernah main-main walau kutau itu.

Bersandarlah padaku seperti dulu, jalani yang ada. Ingin kukatakan semua padamu, namun lebih baik kau saja yang membaca ini. karena aku tak bisa katakan padamu … Ayo tersenyum lagi !!! Badai pasti berlalu, percayalah. Karena itu juga yang kau berikan padaku.

Incoming search terms:

Related Post