Perjalanan ini sungguh berarti buatku, banyak sekali yang bermakna yang kudapatkan selama bersama denganmu. Naungan waktu seolah membuatku berpikir dan semakin berpikir. Hidupku, entah akan kubawa kemana, harusnya aku sendirilah yang menentukan, namun, sekali lagi aku terbawa suasana.
Tujuanku, entah ada diarah yang mana? aku kehilangan arah … Aku ingin benar-benar kembali, menjadi seperti dulu saat sebelum mengenalmu, saat tujuan arah hidupku pasti, dan aku selalu mengarahkan kesatu titik.
Kuliahku, kerjaanku, hubungan dengan keluargaku? kenapa harus menjadi seperti sekarang ini. Bahagia? apakah aku bahagia? sukses? apakah aku sukses ?
Ingin sekali mencontoh kalimat disalah satu film “letter to juliet” seandainya … kalau saja? kenapa harus berhenti mencari? kenapa harus berjalan ditempat? kenapa harus mundur?
banyak sekali pertanyaan didalam hidupku saat ini. Saat aku ingin melangkah, banyak sekali godaan dan juga halangan ada didepanku? apakah aku harus selalu kalah oleh hal itu? dan sampai kapan?
Toh, intinya … semua bermuara padaku, aku yang tidak kokoh lagi, aku yang menjadi lemah lagi? dan … aku yang kehilangan kontrol terhadap diriku sendiri. Aku yang harus menguatkan tekad untuk bangkit?
Ibu, Ayah, Sandi … berapa besar dosaku pada kalian. Kalian yang membuatku bisa memikirkan bagaimana aku akan hidup dan kemana tujuan hidupku … Tuhan, berikan aku kekuatan, berikan aku jalan-Mu lagi. Berikan aku seorang malaikat yang bisa menerangi jalanku.
jekivita … kenapa aku tidak bisa menjadi dirimu lagi, kemana saja kamu pergi, tak bisakah kau masuk kediriku lagi? aku ingin jadi dirimu lagi !!! YAH … JEKIVITA … aku mencintai nama itu, karena kau yang menjadikanku hidup !!!

