puncak merapi Memandang Secara Langsung Puncak Gunung Merapi Pasca ErupsiMemandang Secara Langsung Puncak gunung Merapi Pasca Erupsi, Dalam rangka memperingati Suro-an ini aku menapaki pegunungan yang berketinggian sekitar 2.968 Mdpl. Yah, rencana tutup tahun sampai dengan pendakian ke gunung Semeru akhirnya teringkari sudah dengan perjalanan kemarin.

Kami berangkat dari Yogyakarta sekitar pukul 9 pagi menuju Selo, Boyolali, Jawa tengah dengan 4 personil menggunakan kendaraan motor. Saat sampai disana belum begitu banyak pendaki yang datang. dan Kami mulai berjalan naik dari pukul 2 dan dikarenakan faktor usia sampai di bawah pasar bubrah pukul 17.00 an sore.

hotel pasar bubrah Memandang Secara Langsung Puncak Gunung Merapi Pasca ErupsiTanpa menunggu lama mendirikan ‘hotel’ kebesaran, karena tenda yang kami bawa untuk 4 personil lumayan besar 3×3 icon smile Memandang Secara Langsung Puncak Gunung Merapi Pasca Erupsi . Yah memang rencana awal ini adalah edisi tamasya. Bahkan kompor gas yang kami bawa pun bukan kompor gas biasa icon smile Memandang Secara Langsung Puncak Gunung Merapi Pasca Erupsi

merapi erupsi Memandang Secara Langsung Puncak Gunung Merapi Pasca ErupsiSelesai tenda berdiri kami hanya sempat membuat kopi, lantas sampai pagi dilanjutkan dengan tidur, dan aku sendiri saat itu sudah lebih dari 1 hari belum memejamkan mata.

Paginya setelah ngobrol dengan 2 pendaki asal Banjar Negara aku berdua berjalan-jalan menuju pasar bubrah, Tim SAR saat itu sudah turun dan beberapa pendaki kulihat sudah ada di Puncak gunung Merapi *(aku ingin melihat sebenarnya, melihat dengan mata kepala sendiri asap yang masih mengepul dari kawah pasca Erupsi)

Diperjalanan Pulang masih di trek bebatuan dibawah tempat kami nge-camp semalam, teman dari Banjar Negara yang ngobrol di depan ‘hotel’ kami itu turun sendiri dan mengejar rombongan dari Magelang yang temannya Jatuh saat menuruni Puncak Gunung Merapi, Namun ternyata rombongan itu sudah sampai base camp, bahkan saat aku sampai Selo, mereka baru naik lagi disertai Tim SAR.

kabut puncak merapi Memandang Secara Langsung Puncak Gunung Merapi Pasca ErupsiYah, 2 kali mendaki Gunung Merapi dari 2 jalur dan 2 kali pula aku mengalami ada tragedi disana. 10 tahun silam ada rombongan dari Yogyakarta ‘UPN’ yang meninggal saat turun dari puncak Gunung Merapi. Mungkin kalau aku boleh memberi saran untuk semua yang mendaki Gunung, Gunung apapun itu, ikutilah perintah Tim SAR, kalau memang tidak diperbolahkan sampai puncak, jangan langgar itu. Dan jangan pernah berpisah dari rombongannya, selalu berjalanlah bersama.

Kalau terjadi apa-apa, karena ego kita. Semua jadi terbebani, sesama pendaki, Tim SAR, dan banyak orang. Mari kita budayakan menghormati alam dan orang disekitar kita, jangan kedepankan kepuasan bathin, toh kalau terjadi apa-apa, bathin anda tak akan puas, namun malah menderita.

Terucap terima kasih yang sebanyak-banyaknya untuk rombonganku yang menemani, apalagi saat mulai jalan dari basecamp Rojak, Aan dan Wahyu. Aku benar-benar ingin tidur dijalan, karena semangat kalian aku bisa sampai diatas juga, Thanks kawan. Ini akan jadi tutup buku yang indah.

Incoming search terms:

Related Post