Terima Kasih Untuk Yang Kau Berikan Padaku … Ibu

Ibu. Sebuah nama yang pasti sangat berarti untuk siapapun, dan tak akan tergantikan oleh siapapun tempatnya. Yah, Ibu adalah orang yang memberikan kita apapun, dari kita masih didalam kandungan sampai kita menjadi sekarang ini. Kasihnya sepanjang hayat. dan Ibu pulalah yang selalu menerima kita apa adanya.

Saat kita jauh dari sosok Ibu pun, beliaulah yang akan kita ingat untuk pertama kali jika merasa bahagia, sedih, bakhan saat jatuh. dan hal ini tak orang yang bisa memungkiri.

love mom Terima Kasih Untuk Yang Kau Berikan Padaku ... Ibu

Baca Lanjutannya Disini…

Cara Mengatasi Masalah Rambut Bagi Pengguna Kerudung

Perempuan yang mengenakan kerudung/jilbab sangat banyak saat ini, dan dengan iklimnya yang tropis di Indonesia ini tentu masalah rambut banyak sekali terjadi. Namun bukan berarti masalah itu harus didiamkan, karena bagaimanapun namanya rambut untuk seorang wanita itu adalah mahkota.

Disini ada beberapa solusi untuk masalah rambut yang biasanya terjadi oleh mereka yang mengenakan kerudung/jilbab Baca Lanjutannya Disini…

Kisah Nyata: Ketika Sri Sultan HB IX terkena tilang di Pekalongan

Tulisan ini adalah repost dari jogjakini dan sangat berkesan buatku

——-

Kota batik Pekalongan di pertengahan tahun 1960an menyambut fajar dengan kabut tipis , pukul setengah enam pagi polisi muda Royadin yang belum genap seminggu mendapatkan kenaikan pangkat dari agen polisi kepala menjadi brigadir polisi sudah berdiri di tepi posnya di kawasan Soko dengan gagahnya. Kudapan nasi megono khas pekalongan pagi itu menyegarkan tubuhnya yang gagah berbalut seragam polisi dengan pangkat brigadir.

Becak dan delman amat dominan masa itu , persimpangan Soko mulai riuh dengan bunyi kalung kuda yang terangguk angguk mengikuti ayunan cemeti sang kusir. Dari arah selatan dan membelok ke barat sebuah sedan hitam ber plat AB melaju dari arah yang berlawanan dengan arus becak dan delman . Brigadir Royadin memandang dari kejauhan ,sementara sedan hitam itu melaju perlahan menuju kearahnya. Dengan sigap ia menyeberang jalan ditepi posnya, ayunan tangan kedepan dengan posisi membentuk sudut Sembilan puluh derajat menghentikan laju sedan hitam itu. Sebuah sedan tahun lima puluhan yang amat jarang berlalu di jalanan pekalongan berhenti dihadapannya.

Saat mobil menepi , brigadir Royadin menghampiri sisi kanan pengemudi dan memberi hormat.

“Selamat pagi!” Brigadir Royadin memberi hormat dengan sikap sempurna . “Boleh ditunjukan rebuwes!” Ia meminta surat surat mobil berikut surat ijin mengemudi kepada lelaki di balik kaca , jaman itu surat mobil masih diistilahkan rebuwes.

Baca Lanjutannya Disini…

Get Chitika Premium Advertising
Sell links on every page of your site to thousands of advertisers!