Akhirnya aku menuliskan ini juga di blog ini. Banyak sekali alasan kenapa aku menulis ini, salah satunya adalah dari sisi keluargaku sendiri yang memandang pekerjaanku ngga ada masa depannya, yah walaupun sebenarnya mereka sudah pernah melihat aku dapat hasil dari aku melek tiap hari di depan komputer, bahkan hari ini dah 17 jam lebih aku belom tidur untuk mencari sesuap nasi.

Tiap aku pulangpun bokap slalu bilang ” klo nyari kerja tuh yang bisa buat masa depan, jangan asal-asalan kerja ” n selalu nyuruh aku pulang ke kebumen dan katanya mo dicarikan kerjaan disana. icon sad Status Blogger ditengah Masyarakat Jujur saja aku sudah mantap disini dan ngga ada minat ama kerjaan lain. Toh yang pasti aku bisa menghasilkan duit dari situ. Selalu dan selalu … status ini yang tidak bisa diterima oleh masyarakat kita, yah buat mereka mungkin kita pengangguran.

Tapi, pro dan kontra diluar sana sudah banyak sekali orang yang sukses dari nge-blog. Sebut sajalah seorang pejabat tinggi di Malaysia, dan tentunya dinegara maju lebih banyak lagi contohnya. DiIndonesia saja banyak sekali orang yang banting setir buat ngeblog dari pekerjaan mereka yang lebih dipandang di masyakat, dan sekali lagi, mereka mendulang sukses dibidang ini.

Sahabat aku juga sama saja, tiap saat dia ngasi tau aku ada lowongan di beberapa t4 yang katanya gaji perbulan dengan komisi dllnya bisa sampe 1.2 jt perbulan, saat aku bilang aku ngga butuh kerjaan dia mencibir sambil bilang, sombong amat kamu mba. Yah, memang penghasilan aku dari jadi partimer di warnet cuma seberapa, mungkin 500rb juga ngga ada.

Tapi, kenapa tiap saat dia minta apa-apa kalo aku lagi ada duit n dia tau aku abis nuker $$, dan gilanya lagi, aku ngga pernah bisa nolak, selalu kukasi. Dari kakak aku atau adik aku mungkin bisa menerima pekerjaanku, tapi sampai kapan orang tua aku sendiri malah ngga bisa menerimanya. Atau karena masa lalu aku yang mungkin terlalu suram? Padahal aku serius begini sampai bela²in membeli keperluan aku dan itu juga aku ngga pernah minta uang dari mereka, aku pingin membalas kesalahan aku.

Aku sendiri ngga memandang status jadi orang, cuma kita memang hidup ngga sendiri. Hnya sampai kapan akan terus begini? Adakah kalian juga ngalamin hal yang sama kaya aku, mungkin bahasa kasarnya “dilecehkan statusnya sebagai seorang blogger

Incoming search terms:

Related Post